sebatang cerutu
hati yang cemburu
duduk geram gerutu
berputarlah rodaku
secepat angin menderu
sebatang cerutu
segelas hitam kopiku
menungggu waktu
mencarimu
menemukanmu
kaulah rajaku
January 23, 2010
sebatang cerutu
Label: Puisibebek majir
bang madun mulai tak percaya
bebek majir tak usah dipelihara
bebek-bebek itu enggan bercinta
telur-telur pun tak ada
tapi bang madun rasanya lupa
segala suatu adalah guna
seperti kata abuya
mungkin kelak saatnya tiba
suatu kala bang madun minta
cari santapan hidangan pesta
sunatan doger sentong sayangnya
terkejut ia dengar istrinya
daging si majir lezat rasanya
lereng gunung sumbing-sindoro, ultimo nopember 2009
January 22, 2010
tak kutemukan jalan menujumu
Label: Puisi: untuk april
tak kutemukan jalan menujumu
sebab sunyi tak lagi mampu membaca jejak
karena hujan menghapusnya dari pandangku
hingga semua langkah menginjak onak
tetapi aku selalu mengingatnya
membayang pula wangi kembang setaman
tempat pertemuan di saat pertama
di sana kubayang rindu dalam genggaman
kembali tak kutemukan jejak menujumu
kecuali jalan bersecabang
entah dari mana engkau berbelok
mungkin saat aku lupa bersolek
hingga
tak kutemukan lagi jalan menujumu
2010
penyair dan orang miskin
penyair dan orang miskin
1000 puisi ditulis tiap hari
1 juta orang miskin menganggapnya ilusi
sedang penyair entah dari mana asalnya percaya
puisi adalah suara entah dari alam yang mana
di kampungku tak ada yang mau ngaku penyair
sebab hidup mereka akrab miskin papa
musafir gembel berharap terbang ke mana suka
dalam mimpinya tak hendak berjaga
1000 puisi ditulis penyair tiap hari
1.000.000 orang miskin menganggapnya mimpi
penyair mati di tengah jalan
menyimpan sebuntel harga dirinya yang berantakan
orang miskin berkata:
"bangunlah dari mimpimu, buanglah penjara ilusimu!"
penyair tertegun lalu menjawab:
"berusahalah agar kau kaya biar aku mati tak sia-sia"
orang miskin dan penyair itu berpisah
kuburlah dirimu sendiri, katanya
aku ingin kaya
walau sebentar saja
penyair mati berdo'a
amin
2009
January 19, 2010
kampung terkepung
Label: Puisikampung terkepung
sepanjang garis kali
dari ujung kidul sampe beelor
menyisir batas kampung belah wetan
berdiri rumah-rumah baru
tampak dalam lamun panjangku
betahun-tahun lewat
orang-orang kampung memeras keringat
apa saja bisa ditanam kacang panjang dan juga tomat
memutar tepi kulon
dari ujung kidul sampe beelor
sawah-sawah selebar jagat
hilang sepetak demi sepetak
kampungku terkepung
orang-orang mulai pada bingung
di sini mau dibangun apa
kelak akan menjadi tempat siapa
mandor tabi’i ngeluh
kepalanya nyut-nyut
degub apa ini sedang berdenyut
kencang serasa memanggilku pulang
akhmad fikri af.
